Langsung ke konten utama

Kebutuhan untuk sehat mental oleh Erich Fromm (Aliran Humanistik)

 Sehat mental oleh Erich Fromm (Aliran Humanistik)


  Erich Fromm atau yang lebih dikenal sebagai Fromm adalah seorang psikolog yang fokus pada aliran humanistik. menurut Fromm manusia telah terpisah dengan alam sehingga manusia harus menyesuaikan dirinya dimana pun mereka berada. Fromm berpendapat bahwa hakikat keberadaan manusia sebagai kesepian dan ketidakberartian.

  Hal ini mendorong kita untuk tetap bertahan hidup. agar kita tetap bisa bertahan hidup salah satunya kita butuh yang namanya kebutuhan psikologis yang dapat menyehatkan mental kita. dalam memenuhi kebutuhan psikologis terdapat 2 cara untuk memenuhi nya yaitu dengan cara destruktif dan konstruktif.

  Orang-orang yang sehat adalah orang yang memenuhi kebutuhan psikologis dengan cara kreatif dan produktif sedangkan orang yang neurotis memenuhi kebutuhan psikologis nya dengan cara irasional. bisa di simpulkan masyarakat yang sakit dapat menghasilkan orang-orang yang sakit juga.


Fromm berpendapat 5 kebutuhan psikologis untuk membuat mental yang sehat

1. Hubungan (Relatedness)

Kita harus sadar bahwa kita telah kehilangan ikatan utama dengan alam sehingga kita harus mencari pengganti agar ikatan yang hilang itu bisa di dapatkan kembali. ikatan itu berupa hubungan dengan orang lain. 

2. Transendensi (Transcendence)

Manusia di dorong untuk melampaui keadaan pasif dimana dulu nya sangat bergantung kepada alam dan kebetulan, menuju "alam penuh makna dan kebebasan", dengan cara kreatif dan produktif manusia akan menjadi aktif.

3. Berakar (Rootedness)

Untuk menggantikan ikatan utama pada alam yang hilang itu manusia di dorong untuk berakar pada akar baru seperti perasaan persaudaraan dengan sesama manusia. perasaan keterlibatan, cinta, perhatian dan partisipasi.

4. Perasaan Identitas (Sense of Identity)

Manusia harus sadar bahwa ia telah terpisah dengan alam. manusia di tuntut untuk mengenali dirinya, bertanggung jawab dengan hidupnya, merasakan bahwa hidup nya milik dia sendiri.

5. Kerangka Orientasi (Frame of Orientation)

Pada tahap ini manusia harus mampu untuk memandang setiap peristiwa yang terjadi secara objektif dan realistis tentang dunia. 


Referensi 

Duane Schultz, Psikologi Pertumbuhan,Model-model kepribadian yang sehat (Yogyakarta: Kanisius 1991)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara mempelajari apapun dalam 20 jam oleh Josh Kaufman

    Dalam buku Outliers karya Malcolm Gladwell's dia berkata untuk menjadi ahli dalam bidang tertentu dibutuhkan waktu 10.000 ribu jam terbang. jadi singkatnya kalau kalian ingin menjadi ahli di dunia musik kalian membutuhkan waktu sebanyak 10.000 jam latihan. sangat banyak bukan?    Kalau kalian ingin mendalami 2 bidang tertentu kalian membutuhkan waktu 20.000 jam terbang untuk menjadi ahli. Lalu bagaimana jika kalian hanya ingin mempelajari hal-hal baru bukan untuk menjadi ahli? seperti kalian hanya ingin bisa berbicara dengan orang asing tanpa harus menjadi dosen bahasa inggris. cukup mudah untuk di mengerti bukan?   Josh Kaufman membagikan 4 cara bagaimana kita bisa mempelajari hal-hal baru selama 20 jam secara efektif. kalau kalian ingin membagi 20 jam dalam sebulan kalian membutuhkan waktu 45 menit/hari. Ini adalah beberapa tips dari Josh Kaufman. 1. Buatlah menjadi spesifik   menentukan apa yang ingin kamu lakukan setelah itu membagi sk...

Bagaimana cara otak membentuk kesan terhadap orang lain oleh psikologi komunikasi

 cara otak membentuk kesan terhadap orang lain   Kalau ngomongin kesan, rasa nya seru juga. mungkin beberapa dari kita pernah bertanya-tanya atau kepo tentang first impression kita sendiri, lalu kita tanyakan kepada teman kita bagaimana kesan pertama gw menurut lo lalu dengan senang nya kita jadikan instastory.   Banyak orang yang bilang kesan pertama sangat menentukan siapa diri kalian, tapi rasanya manusia itu tidak semudah itu untuk ditebak. butuh waktu yang cukup lama untuk kita bisa memahami satu sama lain, ibarat nya itu kaya bawang yang memiliki banyak lapisan. namun fakta nya otak kita bisa menilai seseorang dengan yang namanya kesan. lalu bagaimana otak kita membentuk kesan? 1. Stereotyping  Stereotype ini kecenderungan untuk menggeneralisasi suatu hal. contoh nya besok ada mahasiswa dari Amerika yang akan kuliah di kampus kita. reaksi otak kita akan berpikir bahwa mahasiswa Amerika itu pasti memiliki tubuh yang tinggi, tampan, cantik, cerdas, memiliki kul...

19 Ciri-ciri kalau kamu Highly Sensitive Person

         Jadi apa itu HSP ? HSP adalah tipe orang yang sangat sensitif atau perasa. Orang tipe ini sangat cepat menyerap emosi di sekeliling mereka. Menurut Elaine N. Aron Phd dalam buku nya yang berjudul The Highly Sensitive Person sebanyak 30% orang ekstrovert memiliki sifat ini dan kebanyakan introvert bukan HSP. jadi orang tipe HSP ini cenderung sangat sedikit.    Orang tipe HSP terkenal dengan kecerdasan emosional nya yang sangat tinggi mereka bisa dengan mudah membaca emosi seseorang melalui nada suara, ekspresi wajah dan gestur tubuh.     Karena HSP sangat sensitif mereka cenderung rentan terhadap stimulus dari luar. Yang pada akhirnya mereka membutuhkan waktu sendiri yang lebih lama.     Lalu apa ciri-ciri orang yang memiliki sifat HSP ini?  1. Sangat mudah kelelahan dengan keadaan.  2. HSP bisa bekerja dengan baik dalam tim meskipun  mereka tidak nyaman kalau olahraga beregu.  ...